tema

Senin, 11 Januari 2016

Cara Penulisan dan Teknik Penulisan Konvensi Naskah


Konvensi Naskah



Konvensi naskah adalah semua persyaratan formal yang sudah berdasarkan ketentuan ,aturan yang lazim dan sudah disepakati bersama dalam suatu penulisan agar tampak lebih bagus dengan segala persyaratan yang meliputi bagian – bagian pelengkap dan kebiasaan kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan .

  
SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH

Sebuah karangan harus memenuhi tiga aspek utama persyaratan formal, yaitu : Bagian pelengkap pendahuluan , Isi karangan , Bagian pelengkap penutup . Selain itu , karangan memerlukan adanya pengorganisasian karangan 

Adapun unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:

A. Bagian Pelengkap Pendahuluan

a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul)
b. Halaman Judul
c. Halaman Persembahan (kalau ada)
d. Halaman Pengesahan (kalau ada)
e. Kata Pengantar
f.  Daftar Isi
g. Daftar Gambar (kalau ada)
h. Daftar Tabel (kalau ada)

B. Bagian Isi Karangan

a. Pendahuluan
b. Tubuh Karangan
c. Kesimpulan

C. Bagian Pelengkap Penutup

a. Daftar Pustaka (Bibliografi)
b. Lampiran (Apendix)
c. Indeks
d. Riwayat Hidup Penulis

Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:
  1. Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian ini dapat disebut juga sebagai halaman pendahuluan yang sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.
A. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul
Judul pendahuluan adalah nama karangan. Halaman ini tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Namun, variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai.
Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.
Unsur-unsur penulisan Judul sebagai berikut:
1) Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
2) Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
3) Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
4) Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
5) Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).
Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
1) Komposisi tidak menarik.
2) Tidak estetik.
3) Hiasan gambar tidak relevan.
4) Variasi huruf jenis huruf.
5) Kata “ditulis (disusun) oleh.”
6) Kata “NIM/NRP.”
7) Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
8) Kata-kata yang berisi slogan.
9) Ungkapan emosional.
10) Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
B. Halaman Persembahan (kalau ada)
Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya :
Kutulis novel ini dengan cahaya cinta
untuk mahar menyunting belahan jiwa,
Muyasaratun Sa’idah binti KH. Muslim Djawahir, alm.
Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa
Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Amin.[3]
Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.
C. Halaman Pengesahan (kalau ada)
Halaman ini harus disiapkan untuk sebuah Tugas Akhir (TA), skripsi, tesis dan lain sebagainya. Karena digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya.
Hal-hal yang harus dihindarkan :
1) Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
2) Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
3) Tulisan melampaui garis tepi.
4) Menulis nama tidak lengkap.
5) Menggunakan huruf yang tidak standar.
6) Tidak mencantumkan gelar akademis.
D. Kata Pengantar
Sering terdapat dua istilah yang saling bertukar penggunaannya yaitu Kata Pengantar dan Kata Pendahuluan atau Pendahuluan. Sebaiknya penggunaan kedua istilah itu dibedakan. Kata Pengantar sebaiknya dipergunakan untuk bagian ini, sedangkan Pendahuluan dipergunakan untuk menyebut bagian awal dari isi karangan.
Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan dari keseluruhan karya ilmiah yang sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.
Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut :
1) Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2) Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
3) Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
4) Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
5) Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
6) Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
7) Harapan penulis atas karangan tersebut.
8) Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
Hal-hal yang harus dihindarkan :
1) Menguraikan isi karangan.
2) Mengungkapkan perasaan berlebihan.
3) Menyalahi kaidah bahasa.
4) Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
5) Kurang meyakinkan.
6) Kata pengantar terlalu panjang.
7) Menulis kata pengantar semacam sambutan.
8) Kesalahan bahasa : ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
E. Daftar Isi
Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan. Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.
F. Daftar Gambar (kalau ada)
Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar dan nomor halaman.
G. Daftar Tabel (kalau ada)
Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman.
  1. Bagian Isi Karangan
Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.
  1. Pendahuluan
Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan, dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. Unsur-unsur pendahuluan :
1) Latar belakang masalah, menyajikan :
  1. a) Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah
  2. b) Kegunaan praktis hasil analisis (memberikan masukan bagi kebijakan dalam keputusan)
  3. c) Pengetahuan tentang studi kepustakaan
  4. d) Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan
  5. e) Tidak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis, cukup dijawab dengan ya atau
2) Tujuan penulisan berisi :
  1. a) Target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai
  2. b) Upaya pokok yang harus dilakukan
  3. c) Tujuan utama yang dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang dibahas.
3) Ruang lingkup masalah berisi :
  1. a) Pembatasan masalah yang akan dibahas.
  2. b) Rumusan detail masalah yang akan dibahas.
  3. c) Definisi atau batasan pengertian istilah
4) Landasan teori menyajikan :
  1. a) Deskripsi atau kajian teoritik
  2. b) Penjelasan hubungan teori dengan kerangka
5) Sumber data penulisan berisi :
  1. a) Sumber data sekunder dan data primer.
  2. b) Kriteria penentuan jumlah data.
  3. c) Kriteria penentuan mutu data.
  4. d) Kriteria penentuan sample.
  5. e) Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan.
6) Metode dan teknik penulisan berisi :
  1. a) Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan
  2. b) Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan kuisioner; analisis data, hasil analisis data, dan kesimpulan.
7) Sistematika penulisan berisi :
  1. a) Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
  2. b) Penjelasan lambang-lambang, simbol-simbol, atau kode (kalau ada).
  3. Tubuh Karangan
Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna). Di sinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini :
1) Ketuntasan materi :
Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika, fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya, contoh-contoh, dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran.
2) Kejelasan uraian/ deskripsi :
  1. a) Kejelasan konsep (keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh, jelas, dan tuntas dalam suatu kesatuan makna).
  2. b) Kejelasan bahasa (ketepatan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya).
  3. c) Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta
3) Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah) :
  1. a) Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata : saya pikir, saya rasa, menurut pengalaman saya, dan lain-lain. Atasi subjektivitas ini dengan menggunakan: penelitian membuktikan bahwa…, uji laboratorium membuktikan bahwa…, survei membuktikan bahwa…,
  2. b) Kesalahan : pembuktian pendapat tidak mencukupi, penolakan konsep tanpa alasan yang cukup, salah nalar, penjelasan tidak tuntas, alur pikir (dari topik sampai dengan simpulan) tidak konsisten, pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi, pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya, definisi variabel tidak (kurang) operasional, proposisi yang dikembangkan tidak jelas, terlalu panjang, atau bias, uraian tidak sesuai dengan judul
4) Kesimpulan
Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan, dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja, antara lain kesimpulan. Oleh karena itu, kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan.
Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara :
  1. a) Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis), sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu.
  2. b) Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu
  3. Bagian Pelengkap Penutup
  4. Daftar Pustaka (Bibliografi)
Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan.
Unsur-unsur daftar pustaka meliputi :
1) Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
2) Tahun terbit.
3) Judul buku: penulisannya bercetak miring.
4) Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit.
5) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit.
Keterangan :
1) Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik.
2) Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang.
3) Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. ‘editor’
4) Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.
5) Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.
2.Lampiran (Apendix)
Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar, atau sesuatu informasi yang baru, maka dapat dimasukkan dalam lampiran ini. Lampiran ini dapat berupa esai, cerita, daftar nama, model analisis, dan lain-lain. Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.
3.Indeks
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad). Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan.
4.Riwayat Hidup Penulis
Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. Daftar riwayat hidup meliputi: nama penulis, tempat tanggal lahir, pendidikan, pengalaman berorganisasi atau pekerjaan, dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis.

Sumber :

Senin, 28 Desember 2015

Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka


 Kutipan


Pengertian Kutipan

Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Jenis-Jenis Kutipan
Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.
Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
Prinsip Kutipan
Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
  2. Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :
    • Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
    • Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
    • Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
    • Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan
  3. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu.
  4. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan.
  5. Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori.
  6. Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung (tidak lebih dari seperempat halaman).
  7. Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung.
  8. Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan.

Catatan Kaki

Pengertian Catatan Kaki (Footnote)
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.
Unsur-unsur catatan kaki
  1. Nama pengarang (editor, penerjemah)
  2. Judul buku
  3. Nama atau nomor seri (jika ada)
  4. Data publikasi (jilid, nomor cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit.
  5. Nomor halaman
Cara Teknik Penulisan Catatan Kaki
  1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
  2. Catatan kaki diketik berspasi satu.
  3. Diberi nomor.
  4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
  5.  Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
  6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
  7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
  8. Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
  9. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
  10. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
  11.  Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
  12.  Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.

Daftar Pustaka

Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar yang berisai sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam membuat suatu karya ilmiah seperti Skripsi, Makalah, Tugas Akhir, Laporan, Thesis dan penelitian lainya. Tujuan dari pembuatan daftar pustaka ini adalah untuh menghargai sumber penulisan. Dengan dbibuatnya daftar pustaka maka kita telah menghargai seorang penulis sumber data informasi tersebut.
Penulisan Daftar Pustaka
Ada hal-hal yang harus diperhatikan urutan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :
1. Nama penulis
2. Tahun Terbit
3. Judul Buku / Karya
4. Tempat Terbit
5. Nama Penerbit

Bila sudah mengetahui urutan dalam penulisan daftar pustaka, langkah selanjutnya adalah mengetahui tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka yang baik :
• Pada penulisan nama, tidak perlu dicantumkan gelar
• Bagi penulis yang memiliki marga, maka marga tersebut harus ditulis paling depan.
• Apabila tidak terdapat nama marga, maka penulisan nama tersebut diakhir.
• Penulisan judul buku / karya ilmiah menggunakan font italic / cetak miring pada setiap katanya.
• Jarak antar sumber diberikan dua spasi.
• Teknik penulisanya dibedakan tiap sumbernya, apakah dari internet, buku, jurnal atau karya ilmiah lainya. Karena sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah dalam undang-undang menulis daftar pustaka.

Contoh Daftar Pustaka
  • Contoh Daftar Pustaka Sumber Buku :
    Saputra, Agus. 2013. Proyek Membuat Website Periklanan Dengan PHP. Cirebon: Sinar Kreatif
  • Contoh Daftar Pustaka Sumber Koran :
    Dimas 16 Desember, 2014. Hal-Hal Penting Dalam Penulisan Daftar Pustaka. Suara Merdaka, hlm 5 & 6.
  • Contoh Daftar Pustaka Sumber Kamus / Ensiklopedia :
    David-Margaret, D.1992. Mentasy disorders and therir trearment. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 255: 750-758.
  • Contoh Daftar Pustaka Sumber Internet / Website :
    Afid Zakaria, 2015 Penulisan dan Contoh Daftar Pustaka Yang Benar,http://www.contohsurat123.com Diakses Pada 18 Maret 2015 14:05

Daftar Pustaka :