tema

Kamis, 14 Juli 2016

Bangau dan Kura-Kura


BangaudanKura-Kura 
“Ck ck ck, sungguh menakjubkan”, decak Kura-kura,
“Bukan main indahnya”.
“Tetapi kek, aku masih melihat yang lebih hebat lagi”, sahut si Bangau.
“Jadi masih ada yang lebih indah lagi lahan alam ini”, tutur Si Bangau.
Kakek kura-kura menunduk sedih. Semua itu “Tentu saja kek, tak terhitung jumlahnya keindanya dapat didengarnya saja dari cerita si bangau. Ia sendiri tak pemah melihatnya.
“Mengapa kakek sedih”, tanya si Bangau,
“Adakah ucapanku mengganggu perasaan kakek?”
Kura-kura tua itu menggeleng. Ia lalu menceritakan betapa inginnya ia melihat sendiri semua yang diceritakan sahabatnya itu. Sejenak si Bangau termenung, lalu ia tersenyum.
“Ha, aku ada akal”, ujar si Bangau, ‘Aku dapat membawa kakek terbang untuk melihat-lihat tempat yang kuceritakan itu.”
“Sungguhkah?” kakek kura-kura tertarik. “Tetapi bagaimana caranya?”
“Mudah sekali”, sahut si Bangau, akan kugigit sebatang ranting, lalu kakek gigit pula ujung ranting itu. Nanti aku akan terbang membawa kakek berkeliling.”
“Waaah akalmu sungguh hebat, baik, marilah bawa aku terbang”, kakek Kura-kura tak sabar.
“Tunggu kek”, cegah si Bangau, “sebelumnya kakek harus berjanji padaku.”
“Ya ya aku berjanji.”
“Tidak, maksudku kakek harus berjanji selama perjalanan tidak boleh mengatakan apapun.”
“Tentu, tentu, aku berjanji”
“Maka si bangau Pun mengambil sebatang ranting. Ia menggigit ujung ranting itu dengan paruhnya. Lalu ujung lainnya ranting itu disodorkan kepada kakek kura-kura. Si tua kura-kura itu pun menggigit ujung ranting itu.
Si bangau mulai mengepakkan sayapnya. Perlahan tubuhnya mulai mengangkasa. Kura-kura yang menggigit ranting terbawa. Terbanglah mereka.
Gemetar ketakutan luar biasa kakek kura-kura. Untuk pertama kalinya ia merasakan tubuhnya terbang. Kedua matanya ditutup rapat-rapat, tak berani ia melihat.
Beberapa lama mereka berdoa melayang-layang di udara. Kakek kura-kura mulai berani membuka matanya. Hup, hampir gigitannya lepas. Ia terperanjat melihat pemandangan dari atas. Perlahan ia membuka kembali matanya, rasa takut masih menganggu, namun apa yang dilihatnya sungguh menakjubkan.
Luar biasa, segala keindahan yang sering diceritakan si bangau kini terhampar di matanya. Tak terkira takjubnya kakek kura-kura. Lupa lah ia akan janjinya….
“Wah li…. “Mulut kakek kura-kura terbuka. “…aaa…”
Terjatuhlah kakek Kura-kura yang malang. Tubuhnya hancur mengempas bumi. Si bangau tak kuasa menolongnya. Ia hanya mampu menitikkan air mata.

Sumber
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Dinas Pariwisata dan Kebuadayaan Provinsi DKI Jakarta

Pengertian Majas dan Macam-Macam Majas serta Contohnya

Pengertian Majas 
Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan dalam mempercantik susunan kalimat agar memperoleh kesan imajinatif atau menciptakan efek tertentu bagi pembaca dan pendengarnya. Pengertian majas yang lainnya adalah pemanfaatan gaya bahasa dalam memperoleh nuansa tertentu sehingga mampu menciptakan kesan kata-kata yang imajinatif. Setelah membahas pengertian majas marilah kita melihat pengertian macam-macam majas dan contohnya.
Pengertian Majas dan Macam-Macam Majas serta Contohnya
"Pengertian Majas dan Macam-Macam Majas serta Contohnya"
Macam-Macam Majas dan Contohnya
Seperti kita ketahui macam-macam majas terbagi atas 4 macam seperti yang terlampir diatas. maka kali ini pembahasan pengertian macam-macam majas dan contohnya yang dapat dilihat dibawah ini...

1. Majas Perbandingan 
Pengertian majas pertentangan adalah kata kiasan yang menyatakan perbandingan dalam menciptakan kesan dan pengaruh kepada pembaca dan pendengar.
Macam-macam majas perbandingan 
  • Perumpamaan atau Asosiasi : perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang berbeda, namun dianggap sama yang menggunakan kata seperti, umpama, ibarat, sebagainya, bagai. Contohnya : Semangat belajarnya ibarat baja, Mukanya pucat bagai mayat, wajahnya terlihat bagai bulan purnama, kamu sangat cantik bagai awan dilangit, pendiriannya selalu berubah-ubah bagai air didaun alas. 
  • Metafora : metafora adalah majas berisi ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Metafora merupakan pemakaian kata buka dengan arti sebenarnya yang digunakan dalam persamaan dan perbandingan. Contohnya : Jonathan adalah bintang kelas dunia, sampah masyarkat akhirnya ditangkap oleh polisi,  satu persatu tikus-tikus berhasil ditangkap KPK, Perpustakaan adalah gudang nya ilmu, Raja siang keluar dari ufuk timur, jantung hatinya hilang tiada berita. 
  • Personifikasi : personifikasi adalah membandingkan benda-benda yang tak bernyawa seakan-akan bernyawa atau hidup dengan sifat seperti manusia. Contohnya : Ombak berkejar-kejaran ditepi pantai, hujan itu menari-nari diatas genting, bulan tersenyum kepada bintang, badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk, angin membelai rambutnya yang tergerai. 
  • Alegori : alegori adalah penggunaan bahasa yang menyatakan dengan cara lain dengan kiasan dan penggambaran. Pada umumnya alegori berbentuk cerita dengan simbol-simbol bermuatan moral. Contohnya : iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman, suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi, Contoh alegori berbentuk cerita : Pernikahan bagai bahtera yang harus dijalani dengan hati-hati. Suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi yang melayarkan bahterai mengarungi lautan penuh badai dan gelombang. 
  • Simbolik : simbolik adalah majas yang menggunakan kiasan atau melukiskan dengan menggunakan simbolik atau lambang dalam menyatakan maksudnya. Contohnya : Dia terkenal sebagai buaya darat, Rumah itu hangus dilalap oleh sijago merah, Teratai adalah lambang pengabdian, Bunglon adalah lambang orang tak berpendirian, Melati adalah lambang kesucian.
2. Majas Pertentangan
Pengertian majas pertentangan adalah kata-kata kias yang menyatakan pertentangan yang dimaksud oleh penulis atau pembicara dalam memberikan pengaruh atau kesan kepada pembaca dan pendengar.  
Macam-macam majas pertentangan
  • Hiperbola : hiperbola adalah majas yang memberikan kesan yang berlebihan dari kenyataannya agar lebih berkesan atau meminta perhatian.Contohnya : ia terkejut setengah mati begitu melihat mayat perempuan tersebut, tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang, keringatnya menganak sungai, kita berjuang sampai titik darah penghabisan, suaranya menggelegar ke angkasa. 
  • Paradoks : paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang telah ada. Contohnya : Hatiku merintih ditengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung, dia besar tapi nyalinya kecil, aku merasa sendirian ditengah kota jakarta yang ramai ini, hidupnya sangat mewah tetapi mereka tidak bahagia mungkin karna ia tidak mempunyai anak, Tinggal di kota yang besar dan megah tetapi hidupnya kesepian.
  • Antitesis : antitesis adalah majas yang menggunakan pasangan kata yang artinya berlawanan. Contohnya : Tua muda, besar kecil ikut meramaikan pesta kembang api, Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata tuhan, hidup matinya manusia ada di tangan tuhan. 
  • Litotes : litoses adalah majas yang menyatakan dengan berlawanan dari kenyataannya yang bertujuan untuk merendahkan diri. Contohnya : Terimalah kado tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku, perjuangan kami hanya setitik air dalam samudra luas, Karangan ini belum sempurna sertakan kritik dan sarannya, Sebenarnya ini sangat dulit tapi dapat diselesaikan.
3. Majas Pertautan 
Pengertian majas pertautan adalah kata-kata kias yang bertautan dengan gagasan, ingatan. 
Macam-macam majas pertautan
  • Sinekdode : sinekdode adalah penggunaan kata yang sama dengan faktanya yang bertujuan memperjelas. Contohnya : lewat gardu belanda dengan berani, thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSI harimau, indonesia akan memilih idolanya pada malam nanti, setiap kepala dikenakan pajak. 
  • Metonimia : metonimia adalah pengungkapan berupa penggunaan nama benda yang lain seperti merek, atribut, atau ciri khas. Contohnya : Sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru(rokok djarum) , Setiap pagi ayah selalu menghirup kapal api (kopi kapal api), Orang tersebut sangat berclass dalam menghirupnya (rokok class mild), Dia selalu menaiki kuda hitam (Mobil Ferrari), atlet andalan kita mendapat perak, si kaos merah berusaha untuk mencetak gol.
  • Alusio : Alusio adalah majas yang menggunakan kata-kata berkaitan dengan peristiwa umum yang terjadi atau penggunaan kata yang umum dalam menunjukkan maksud. Contohnya : sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya, kamu jangan kura-kura dalam perahu, ceritakan semua hal tersebut dengan jujur. 
  • Eufimisme : eufimisme adalah majas yang menggunakan kata-kata sopan dan halus. Contohnya : Dimana saja bisa menemukan kamar kecilnya, anak ibu lamban menerima pelajaran, anak ibu tidak bodoh tapi hanya malas belajar. 
4. Majas Perulangan/Penegasan 
Pengertian majas perulangan/penegasan adalah kata-kata kias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruh kepada pendengar dan pembaca.
Macam-macam majas perulangan/penegasan
  • Aliterasi : aliterasi adalah kata-kata yang memanfaatkan kata yang permulaannya sama dengan bunyinya. Contohnya : Dara damba daku, datang dari danau.
  • Pleonasme : pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata dengan berlebihan untuk menegaskan arti suatu kata. Contohnya : Saya naik ke tangga ke atas, ayo kita berjalan ke depan untuk melihat sendiri, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, Dara yang merah itu membasahi bajunya, Dia menangis dengan meluarkan air dimatanya. 
  • Anataklasis : anataklasis adalah majas yang mengandung pengulangan kata yang sama, dengan makna yang berbeda. Contohnya : Ayah selalu membawa buah ditangan untuk buah hatinya, Karena buah penanya sudah jadi buah bibir masyarakat. 
  • Repetisi : repetisi adalah majas perulangan kata atau kelompok kata yang  sama dalam menarik perhatian atau menegaskan. Contohnya : tidak setiap penderitaan menjadi luka dan tidak setiap sepi jadi duri, dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharapkan. 
  • Paralelisme : paralelisme adalah majas perulangan yang pada umumnya terdapat dalam puisi yang disusun atas baris yang berbeda. Contohnya : 
Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lapus 
Cinta itu adalah pengertian
Cinta itu adalah kesetiaan
Cinta itu adalah rela berkorban 
 
http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-majas-macam-macam-contoh-majas.html

Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi

Pengertian

Secara Umum, Pengertian Biografi adalah sebuah tulisan yang membahas mengenai kehidupan seseorang. Secara sederhana, Pengertian Biografi adalah sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi juga dapat diartikan sebagai suatu kisah atau keterangan perjalanan kehidupan seseorang bersumber dari kisah nyata. Istilah Biografi berasal dari bahasa Yunani dari kata bios dan graphien. Arti kata bios adalah hidup dan graphien berarti tulis. Biografi dapat terdiri dari beberapa baris atau lebih daru satu buku.
Biografi terdiri dari biografi singkat dan biografi panjang, dimana biografi singkat hanya berisi fakta-fakta kehidupan seseorang dan peran yang penting. Sedangkan biografi panjang terdiri dari informasi penting yang dikisahkan dengan lebih detail dan ditulis dengan gaya bercerita yang baik.
Dari biografi dapat ditemukan kejadian-kejadian hidup seseorang atau misteri hidup seseorang dengan penjelasan berupa tindakan atau perilaku dalam hidupnya. Biografi dapat menceritakan kehidupan tokoh penting/terkenal dan tidak terkenal, namun biasanya Biografi bercerita tentang tokoh-tokoh sejarah baik yang hidup maupun yang telah tiada. Sekarang ini biografi banyak ditulis secara kronologis. 
Biografi sendiri memerlukan bahan atau sumber pendukung baik itu berupa benda seperti buku harian, surat-surat, kliping koran, dll sebagai bahan pendukung utama. Sedangkan bahan pendukung biasa adalah buku referensi, yang menjelaskan peranan seseorang dalam biografi.

Ciri-Ciri Biografi

Adapun ciri-ciri biografi antara lain sebagai berikut. 
1. Biografi terdiri dari struktur: orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi 
2. Berisi informasi fakta dan disajikan dalam bentuk narasi atau cerita
3. Faktualnya (fakta) menurut peristiwa hidup seseorang yang dinarasikan dalam tokoh biografi. 
4. Komponen penting dalam teks biografi adalah.
  • Judul 
  • Menarik dan mengesankan dari kehidupan tokoh yang diceritakan
  • Mengagumkan dan mengharukan dari kehidupan tokoh yang diceritakan 
  • Dapat dicontoh dan diteladani dari kehidupan tokoh

Struktur Biografi

 Struktur biografi adalah sebagai berikut
  1. Orientasi: Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh yang berisi gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut. 
  2. Peristiwa dan Masalah: Bagian peristiwa atau kejadian yang berisi sebuah peristiwa atau kejadian pernah dialami, termasuk didalamnya berisi tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam tujuan serta cita-citanya. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan pernah dialami tokoh diuraikan dalam bagian ini. 
  3. Reorientasi: Reorientasi adalah bagian penutup yang berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang bersifat opsional artinya dapat ada atau tidak.
http://www.artikelsiana.com/2015/09/pengertian-biografi-ciri-ciri-biografi.html

Pengertian Paragraf Persuasi dan Contoh Paragraf Persuasi

Dalam pengertian paragraf persuasi menurut para ahli yang disimpulkan bahwa pengertian paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk mempengaruhi, mengimbau, membujuk, atau merayu pembaca sehingga terpengaruh untuk mengikuti keinginan penulis. Paragraf persuasi merupakan sebagian dari macam-macam paragraf  atau jenis-jenis paragraf. Dalam membuat paragraf persuasi sulit dan mudah karna paragraf persuasi kadang sebagian orang sering melenceng atau keluar dari paragraf persuasi yaitu membujuk, sehingga perlunya kita melihat contoh-contoh paragraf persuasi. Untuk melihat contoh paragraf persuasi, mari kita lihat seperti yang ada dibawah ini..

Contoh Paragraf Persuasi 
Namanya kegiatan nonakademik sah-sah saja buat dijalankan apalagi, kalau dapat bisa memaksimalkan diri sehingga menghasilkan prestasi yang gemilang. Satu yang mesti anda ingat, sebagai pelajar, kegiatan utama anda adalah belajar. Anda harus pintar-pintar membagi waktu. Percaya, deh, segala kegiatan positif akan menghasilkan kesuksesan 

Fakta bahwa Paragraf Persuasi 
Paragraf diatas bertujuan untuk memengaruhi pembaca agar berprestasi di bidang nonakademik dan giat dalam belajar. 

Sumber :
Cerdas Berbahasa Indonesia, Hal : 209, Penerbit : Erlangga. 2006. Jakarta, Penulis :Engkos Kosasih
http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-paragraf-persuasi-contoh-contoh.html

Surat Dinas / Resmi

1.  Pengertian Surat
    Ada beberapa ahli bahasa yang membahas tentang pengertian surat. Pendapat antara ahli yang satu dengan yang lain tentu berbeda karena mereka berangkat dari sudut yang berbeda pula. Darji (1978: 8) mengemukakan bahwa surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas hama sendiri ataupun jabatannya dalam organisasi. Selanjutnya apabila terjadi hubungan terus menerus antara dua belah pihak yang dilakukan dengan saling berkirim surat, maka terjadilah surat menyurat diartikan sebagai suatu aktivitas berkirim-kiriman surat. Jadi apabila seseorang menerima surat, dan kemudian membalas maka terjadilah aktivitas surat menyurat. Pengertian surat menyurat dalam arti luas meliputi semua aktivitas tata usaha yang berhubungan dengan surat, yaitu membuat surat, menggandakan surat dan mengarsipkan surat.
    Berdasarkan pendapat kedua ahli di atas dapat disimpulkan, bahwa surat adalah karangan jenis paparan yang berisikan maksud dan tujuan yang diinginkan oleh pembuat surat, sedangkan surat menyurat adalah kegiatan berkomunikasi yang saling membahas antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan menggunakan surat sebagai alatnya.

2  Surat Resmi
    Peranan surat lebih jelas lagi, terutama dalam surat resmi, misalnya surat perjanjian, surat resmi, misalnya surat perjanjian, surat sewa menyewa, surat jual beli, surat wasiat, dan surat-surat resmi lainnya. Surat-surat tersebut, selain resmi sifatnya, juga mempunyai kekuatan hukum yang dapat digunakan sebagai alat bukti tertulis, dan suatu bukti yang sah.

Pengertian
    Ada beberapa pendapat tentang pengertian surat resmi. Soedjito dan Solchan (198) memberi pengertian surat resmi ialah suatu alat sarana komunikasi tulis. Surat itu dipandang sebagai alat komunikasi tulis yang paling efisien, efektif, ekonomis dan praktis. Juga dikatakan bahwa surat resmi/dinas/jabatan ialah yang dikirimkan oleh kantor pemerintah/swasta kepada kantor pemerintah, atau dikirimkan oleh perseorangan kepada kantor pemerintah dan sebaliknya. Karena sifatnya resmi, dalam surat resmi hubungan yang bersifat lugas dan seperlunya.

Syarat
Syarat-syarat surat resmi menurut Soedjito (1987: 2) mengemukakan bahwa surat yang baik haruslah memenuhi syarat-syarat penyusunan sebagai berikut :
1. Syarat harus disusun dengan teknik penyusunan surat yang benar yaitu :
a) Penyusunan letak bagian-bagian surat yang tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang ditentukan.
b) Pengetikan yang betul, jelas dan rapi.
c) Pemakaian kertas yang sesuai dengan :
    - Ukuran : kuarto berukuran 21 x 29 cm;
    - Jenis : HVS untuk lembar asli dalam kertas tembus untuk tembusan; dan
    - Warna : putih HVS untuk lembar asli, kuning kertas tembus perbal, biru muda HVS untuk surat rahasia.
2. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas dan eksplisit. Hal itu menguntungkan kedua pihak, yaitu :
a) Penerima dapat memahami isinya dengan tepat dan tidak ragu-ragu; dan
b) Pengirim memperoleh jawaban secara cepat apa yang dikehendakinya.
3. Bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang benar/baku sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik tentang ejaan, pemilihan kata, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif.  
   Untuk itu, bahasa surat haruslah logis, wajar, hemat, cermat, sopan dan menarik. Sedapat mungkin dihindari pemakaian kata-kata asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Juga harus dihindari gaya yang keasing-asingan atau kedaerah-daerahan.
    Di samping ketiga syarat di atas, ada hal penting lainnya, yang perlu diperhatikan sehubungan dengan menyusun surat yang baik, yaitu:
a) Memahami kedudukan masalah yang dikemukakan;
b) Memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan masalah itu;
c) Mengetahui posisi dan bidang tugasnya, dan
d) Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan ketatausahaan.

3 Ejaan Yang Disempurnakan
    Ejaan adalah keseluruhan aturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antara lambang tersebut. tetapi secara teknis yang dimaksud ejaan adalah tata cara penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca (Arifin, 1985: 28).
    Depdikbud (1988: 37) mengemukakan bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan melambangkan bunyi ujaran dan hubungan lambang tersebut. Pada dasarnya penulisan ejaan bahasa Indonesia disesuaikan dengan ejaan yang disempurnakan.
    Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan, bahwa ejaan adalah keseluruhan aturan bagaimana melambangkan bunyi dan bagaimana hubungan antara lambang tersebut, tetapi secara teknis yang dimaksud ejaan adalah tata cara penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
Dalam penelitian ini ejaan yang dimaksud adalah ejaan yang meliputi : (a) pemakaian huruf besar, (b) pemakaian tanda titik, dan (c0 pemakaian tanda hubung yang berada dalam surat menyurat resmi bahas Indonesia di Desa Punten Kecamatan Batu tahun 2009. Masing-masing masalah itu dapat diselesaikan sebagai berikut.
Huruf Besar
Dalam buku “Tata Bahasa Baku Indonesia” (Depdikbud: 1988: 377) huruf besar dipakai dengan aturan sebagai berikut.
1) Huruf pertama pada awal kalimat
Contoh :
a) Dia menulis surat
b) Apa maksudnya ?
2) Huruf pertama pada awal kalimat.
Contoh :
a) Bapak menasihatkan, “Berhati-hatilah, Nak!”
b) “Kemarin engkau terlambat,” katanya.
3) Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contoh :
a) Yang Maha Kuasa
b) Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.
4) Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh :
a) Sultan Hasanuddin
b) Haji Agus Salam
5) Huruf pertama unsur jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh :
a) Wakil Presiden Sudarmono
b) Gubernur Irian Jaya

6) Huruf pertama unsur nama orang.
Contoh :
a) Dewi Sartika
b) Amir Hamzah
7) Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa.
Contoh :
a) Bangsa Indonesia
b) Suku Sunda
8) Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh :
a) Tahun Hijrah
b) Hari Senin
9) Huruf pertama nama geografi.
Contoh :
a) Bali
b) Asia Tenggara
10) Huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga, pemerintah, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan
Contoh :
a) Republik Indonesia
b) Majelis Permusyawaratan Rakyat
11) Huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh :
a) Perserikatan Bangsa-bangsa
b) Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
12) Huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang untuk tidak terletak pada posisi awal.
Contoh :
a) Bacalah majalah Bahasa dan Sastra
b) Dia adalah agen surat kabar Jawa Pos
13) Huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh :
a) Dr
b) M.A
14) Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti Bapak, Ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contoh :
a) Surat Saudara sudah saya terima.
b) Besok Paman akan datang.

15) Huruf pertama kata ganti Anda.
Contoh :
a) Sudahkah Anda tahu?
b) Surat Anda telah kami terima.
Tanda Titik
Berdasarkan ejaan yang disempurnakan tanda titik dipakai sebagai berikut ini
1) Pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh :
a) Ayahku tinggal di Batu.
b) Biarlah mereka duduk di sana.
2) Di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Contoh :
a) Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambaran Tangan
1.2.2 Tabel
3) Untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh :
a) pukul 1.35.20
b) pukul 5.11.15
4) Untuk memisahkan angka, jam, menit dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contoh :
a) 1.35.20 jam
b) 0.20.30 jam
5) Diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Contoh :
a) Siregor, merari, 1920. Azap dan sengsara.
Tanda Hubung
Berdasarkan ejaan yang disempurnakan tanda hubung dipakai sebagai berikut :
1) Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh :
a) Di samping cara-cara lama itu ada juga cara yang baru.
b) Mereka bersama-sama bernyanyi gembira ria.
2) Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.
Contoh :
a) Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas.
b) Senjata ini merupakan alat pertahanan yang canggih.
3) Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh :
a) anak-anak
b) berulang-ulang
4) Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Contoh :
a) p-a-n-t-i-a
b) 8-4-1973
5) Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (1) hubungan bagian kata atau ungkapan dan (2) penghilangan bagian kelompok kata.
Contoh :
a) ber-evolusi
b) dua puluh lima ribuan
6) Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan –an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan kata, dan (v) nama jabatan rangkap.
Contoh :
a) se-Indonesia
b) tahun 50-an
7) Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
a) di-smash
b) pen-tackle-an

4 Pemilihan Kata
Pengertian Kata
Ada beberapa ahli berpendapat tentang pengertian kata. Depdikbud (1988: 24) memberi pengertian bahwa kata adalah bagian terkecil dari kalimat yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna. Namun halnya kata dalam bahasa Indonesia dapat dibentuk dari kata lain.
Sejalan dengan pendapat tersebut, Keraf (1966: 57) mengatakan bahwa kata adalah kesatuan-kesatuan terkecil yang diperoleh sesudah sebuah kalimat dibagi atau bagian-bagiannya, dan yang mengandung suatu ide. Dikatakan juga suatu morfem bebas, tetapi juga meliputi semua bentuk gabungan antara morfem terikat dengan morfem bebas atau morfem bebas dengan morfem dasar.
Fungsi Kata
Kata yang digunakan dalam sebuah kalimat itu mempunyai fungsi sebagai berikut :
1) Secara langsung dapat membina sebuah kalimat.
2) Dalam tiap-tiap kata mengandung suatu ide tertentu. Ide yang berada dalam kata kerja dari ide yang terkandung dalam kata bekerja, mengerjakan, dan dikerjakan. Masing-masing membentuk ide yang berlainan.
Pemilihan Kata Dalam Surat Menyurat Resmi
Pemilihan kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya baik secara tulis atau lisan. Di samping itu, pilihan kata harus sesuai dengan konteks surat.
Pilihan kata merupakan suatu unsur yang sangat penting, baik dalam mengarang atau dalam tuturan lisan. Agar pemilihan kata tepat sesuai dengan maksud, maka kamus merupakan alat bantu yang paling tepat. Kamus dapat membantu menentukan makna kata secara tepat.
Pemilihan kata yang benar adalah benar tidaknya penulisan kata tersebut dalam bahasa Indonesia. Pemilihan kata dalam bahasa Indonesia benar, jika dituliskan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan tata bahasa baku bahasa Indonesia.
Pemilihan kata yang dimaksud adalah benar tidaknya kata yang digunakan dalam menulis surat-surat resmi bahasa Indonesia. Pemilihan kata benar, jika sesuai dengan syarat-syarat penulisan surat yang baik, salah jika tidak sesuai dengan penulisan surat yang baik dengan menyimpang dari tata bahasa baku Indonesia.
Dilihat dari pengertian dan fungsi kata tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa pemilihan kata dalam membentuk sebuah kalimat itu sangat perlu. Apa lagi dalam penulisan surat resmi, surat harus jelas, singkat dan lugas. Hal ini agar tidak menimbulkan salah pengertian atau salah tafsir. Jadi dalam pemilihan kata itu harus sangat hati-hati untuk tidak menyimpang dari tujuan.

Pemakaian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif dapat berdiri sendiri, yang mempunyai pola intonasi akhir dan yang terdiri dari klausa (Cook, 1971: 39; Elsen dan Pickett, 1969: 82).
Depdikbud (1988: 29) mengemukakan bahwa kalimat umumnya berwujud rentetan kata yang disusun sesuai kaidah yang berlaku. Setiap kata termasuk kelas atau kategori kata dan mempunyai fungsi dalam kalimat. Pengurutan rentetan kata serta macam kata yang dihasilkan. Ditambahkan pula bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Dalam wujud lisan kalimat diiringi oleh alunan titi nada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai, dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi bunyi (Depdikbud, 1988: 254). Dalam wujud tulisan berhuruf latin. Kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya atau tanda seru dan di dalamnya disertakan pula berbagai tanda berupa baca yang berupa spasi atau ruang kosong, koma, titik koma, titik dua dan atau sepasang garis pendek yang mengapit bentuk tertentu. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan dengan intonasi selesai sedangkan tanda baca lainnya sepadan dengan jeda. Adapun kesenyapan diwujudkan sebagai ruang kosong sebelum kapital permulaan. Alunan titi nada pada kebanyakan hal, tidak ada padanannya dalam bentuk tertulis.
Keraf (1989: 156) berpendapat bahwa kalimat adalah satu bagian yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan sdangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. kelengkapan ujaran itu tentu dengan sendirinya membawa kelengkapan makna. Pembatasan bidang tutur antara kesenyapan dengan kesenyapan penting sekali, karena secara formil itulah merupakan batas-batas yang dengan tegas dapat kita tangkap dalam suatu arus ujaran.
Berdasarkan kesamaan pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan, yaitu didahului dan diikuti oleh kesenyapan.
Dalam penelitian ini kalimat dipandang dari segi struktur itensif klausa utama. Kalimat ini meliputi dua pokok, yaitu (1) kalimat sempurna, dan (2) kalimat taksempurna. Hal ini yang akan dijelaskan di bawah ini.
Kalimat Sempurna
Kalimat sempurna adalah kalimat yang dasarnya terdiri dari sebuah klausa bebas (Cook, 1971: 47). Oleh karena yang mendasari kalimat sempurna adalah suatu klausa bebas, maka kalimat sempurna ini mencakup kalimat tunggal, kalimat bersusun, dan kalimat majemuk.
Contoh :
a) Ibu duduk.
b) Ayah meninggal dunia waktu saya studi di Negeri Belanda.
c) Nenek membeli kue lantas dia membagi-bagikannya kepada cucunya.
Kalimat Tak Sempurna
Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang dasarnya hanya terdiri dari sebuah klausa terikat, atau sama sekali tidak mengandung struktur klausa (Cook, 1971: 47).
Kalimat tak sempurna ini mencakup kalimat-kalimat urutan, sampingan, elips, tambahan, jawaban, seruan dan minor. Contoh :
a) “Mau kemana kamu nanti sore?”
b) “Ke Bandung”.
“Dengan siapa ?”
“Teman”.
“Maksudmu?”
“Edi

http://bahasaindosugik.blogspot.co.id/2010/10/surat-dinasresmi.html

Karya Sastra Melayu Klasik


Sastra Melayu Klasik sudah eksis di tanah air sejak abad ke-16 Masehi. Semenjak itu hingga sekarang gaya bahasanya tak banyak mengalami perubahan.
Naskah pertama yang tertulis dalam bahasa Melayu klasik berupa sepucuk surat dari raja Ternate, Sultan Abu Hayat kepada raja João III di Portugal berangka tahun 1521 Masehi.  
Bentuk-bentuk Karya Sastra Melayu Klasik Karya Sastra Melayu Klasik – gurindam dua belas
Kumpulan gurindam karya Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas sebab berisi 12 masalah, diantaranya tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.
 
Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.
 
Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
- Contoh:
"Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula"
 
Pantun
Serupa puisi 4 baris, berciri sajak a-b-a-b attau a-a-a-a. Dua baris awal merupakan sampiran, umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris ujung bagian isi, sebagai tujuan pantun.
- Contoh:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
 
Seloka
Merupakan bentuk puisi Karya Sastra Melayu Klasik, berisi pepetah ataupun perumpamaan mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Lumrahnya ditulis empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, kadang kala bisa juga ditemukan pada seloka yang ditulis lebih dari empat-baris.
- Misal:
Anak pak dolah makan lepat
makan lepat sambil melompat
nak hantar kad raya dah tak sempat
pakai sms pun ok wat ?
 
Syair
Bagian puisi atau karangan dalam bentuk terikat, mengutamakan irama sajak. Biasanya berbentuk 4 baris, bernada aaaa, keempat baris itu mengandung makna penyair.
 
Talibun
Sejenis puisi lama seperti pantun sebaba memiliki sampiran dan isi, tapi lebih dari 4-baris (bisa 6-20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, seterusnya.
- Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
 
http://bahasaindosugik.blogspot.co.id/2012/09/karya-sastra-melayu-klasik.html

Arti c.q. dan u.p dalam surat

Seringkali kita menemukan sebuah surat dengan format seperti contoh

Yth.
PT. MULTI MEDIA In.
Up. Bagian Keuangan
di tempat.
atau
Yth.
Menteri Kehakiman dan HAM RI
c.q. Direktur Jendral Lembaga Pemasyarakatan
Jakarta

Pada format yang pertama, u.p adalah U ntuk Perhatian. Artinya, surat itu untuk bagian keuangan di PT. Multi Media itu, u.p digunakan untuk mengkhususkan surat kepada seseorang yang dimaksud. misalnya di suatu perusahaan terdapat bagian personalia, bagian keuangan, bagian operasional atau yang lain. jadi bila kita ingin mengkhususkan kepada bagian yang kita tuju maka kita meletakkan kata up.

Dalam wacana Indonesia, singkatan ’c.q.’ yang merupakan singkatan warisan Belanda ini masih sering dipakai dalam surat-surat resmi.
 
 c.q pada contoh diatas bisa diartikan "melalui". Jadi surat diatas ditujukan untuk Menteri Kehakiman dan Ham melalui Dirjen Lembaga Pemasyarakatan, yang menerima adalah Dirjen Lembaga pemasyarakatan yang merupakan institusi dibawah Kementerian Hukum dan Ham.

http://bahasaindosugik.blogspot.co.id/2014/11/arti-cq-dan-up-pada-surat-resmi.html